Selasa, 03 Mei 2011

5 Potret Buram Buruh di Pabrik Ipad Dan Iphone

Dua non government organization (NGO)
menuding Foxconn, pabrik yang
merakit iPad dan iPhone, telah
memperlakukan para buruhnya
dengan tidak manusiawi .

Berikut 5 potret buram yang
terungkap dalam investigasi yang
dilakukan NGO bernama Centre
for Research on Multinational
Corporations dan Students &
Scholars Against Corporate Misbehaviour (Sacom) tersebut:

1.Aktivitas kerja lembur yang
berlebihan merupakan sesuatu yang
biasa terjadi di pabrik ini. Bahkan
dalam investigasi ini ditemukan slip gaji
yang mengindikasikan ada seorang
karyawan yang telah menjalankan 98 jam kerja lembur dalam sebulan.
Padahal, batasan lembur yang
dilegalkan cuma sebatas 36 jam tiap
bulannya.

2. Pekerja dipaksa untuk memenuhi
permintaan pasar yang besar
terhadap iPad, sehingga membuat
para buruh ini dipaksa untuk
mengambil jatah libur hanya satu
hari.

3. Di beberapa tempat, para pekerja
yang memiliki performa kerja buruk
kadang dipermalukan di depan rekan-
rekan sekerja.

4. Asrama yang disediakan bagi
para pekerja begitu sesak dan
memiliki aturan yang sangat ketat.
Seorang buruh yang diwawancarai
investigator mengatakan, dirinya
pernah dipaksa untuk menandatangani surat pengakuan
setelah kedapatan menggunakan
hairdryer. Dalam surat itu tertulis:
"Ini merupakan kesalahan saya.
Saya tidak akan pernah mem-blow
rambut saya lagi di dalam kamar. Saya telah melakukan sesuatu yang
buruk dan tidak akan mengulanginya
lagi."

5. Ketika kasus bunuh diri yang
melanda Foxconn beberapa waktu
lalu menyeruak, para pekerja diminta
untuk menandatangani surat
perjanjian untuk tidak membunuh
dirinya sendiri dan bakal lebih menghargai hidup mereka.

investigasi yang dilakukan dua NGO
di atas dilakukan di pabrik Foxconn
yang terdapat di Shenzhen dan
Chengdu, China. Mereka mengklaim
bahwa sekitar 500 ribu buruh
bekerja dalam kondisi yang tak mencerminkan kesuksesan iPad.

Foxconn dituduh telah berlebihan
dalam menerapkan jam kerja serta
memiliki peraturan perusahaan yang
mengikat karyawan.
Sumber